My Story Aloenx Ke-2


Assalamualaikum.wr.wb

kita ketemu lagi di cerita my story..sebelumnya kita udah membahas tentang my story aloenx yang pertama..kisahnya cukup menyedihkan,,nah sekarang kita akan melanjutkan di edisi selanjutnya…..??


“ Assalamu’alaikum Wr. Wb…”

“ Walaikum Salam Wr. Wb “

“ Gimana Kabarnya Bu..”

“ Baik…! Kamu kemana aja, orang tuamu yang selama ini menghawatirkanmu, takut kenapa-kenapa karena kamu pergi tanpa pamit.”

“ Maafkan aku Ibu..mungkin ini salahku

tapi semua ini aku lakukan agar tidak merepotkan ibu..”

“ Seorang ibu tidak perna merasa direpotkan oleh anak-anaknya

selagi anaknya itu dapat mengerti keasaanya..”

“ Terima kasih Ibu atas kasih sayang yang ibu berikan..”

“ Sudalah… itukan sudah kewajiban sebagai orang tua.”

“ sekali lagi aku minta maaf..”

“ Pintu maaf selalu terbuka bagimu anaku, Ya sudah kamu makan dulu “

“ Ya Ibu. Aku Makan dulu ..”

Setelah itu aku tidur dan terbangun di pagi hari……. di saat sarapan bersama ibu menanyakan kepergianku selama ini..

“ mun.. Ibu mau nanya ?”

“ Iya bu..”

“ sebenarnya selama ini kamu pergi kemana ?”

“ Aku pergi ketempat kakak ku   yang ada di Sarang..”

“ Tujuan kamu kesana apa ..?”

“ Aku mencoba mencari Pekerjaan Bu..”

“ Ooh …! Terus kamu mendapatkannya >>?”

“ Belum Bu..”

“ tapi sebenarnya aku ingin ke sekolah lagi bu ……..!”

“ ibu mengerti ….tapi kamu tau kan apalagi

Buat sekolah untuk sehari-hari pun sekarang sudah lelah ..!”

“ Ya udah kalu kamu benar-benar ingin kerja. Kemarin teh damah

ke sini terus menanyakan kamu ..”

“ Menanyakan Apa Bu..?”

“ Pekerjaan ..”

“ Emang teteh  Dapat mencarikan pekerjaan..”

“ Ngomongnya Gitu si,”

“ Ya udah kamu kesana aja, menemui teteh mu  siapa

tau kamu bisa di carikan kerja .”

“ Iya bu.. kebetulan aku mau nanyakan tentang ke inginan

ku ingin sekolah lagi .”

“ Kamu mau pergi lagi..”

“ Iya bu..”

“ Iya sudah ibu tidak bisa memberikan apa-apa..”

“ Bagi aku Cukup Do’a ibu saja..”

“ Pasti Nak..”

“ Rencananya habis sarapan ini aku perginya ”

“ Bukan besok..”

“ Bukan..!”

Setelah selesai sarapan aku langsung berangkat Menuju rumah teteh ku, kali ini kedatangnku untuk menemui teteh. Dengan susah paya aku mencari alamatnya, akhirnya aku menemukannya.

“ Selamat siang..”

“ Siang.”

“ Apa Benar ini Rumanya teh damah ..?”

“ Benar.. maaf anda siapa yach..?”

“ Aku muni  ade nya teh damah , dan ingin ketemu dengannya.”

“ Ooh…kebetulan  ada, mari masuk.”

“ terima kasih pak “

“ tunggu dulu ya, bapak panggil ibu dulu.”

“ makasih pa .”

Tidak lama kemudian teteh pun  keluar ………

“ Ee… muni, sama siapa ..?”

“ Sendirian..!”

“ Ada apa, ? ”

“ teh apa benar yang teteh bilang sama mama ..?.”

“ Tentang apa..”

“ Pekerjaan..”

“ Ooo.. itu, Benar ..!”

“ Terus gimana ?”

“ Emang muni mau kerja..?”

“ Iya ..!”

“ gini Besok ajah entar teteh kabarin deh ..”

“ bagaimana caranya..?”

“ besok muni telpon aja ke sini ..nie nomornya”

“ yaudah kalu gitu aku pamit yach..”

“ yach …udah ,hati-hati di jalan …….!”

Kemabalinya aku ke tempat din-din. Din-din merasa kehilanganku,karena aku pulang tanp memberitahukannya.

“ kamu dari mana aja.. dua hari ini?”

“ Aku habis pulang, sory Di aku pulang tidak kasih tau kamu dulu..”

“ sudahlah, nanti kalau kamu pulang atau berpergian kasih tau aku dong biar aku tida cemas..”

“ iya deh ..”

Di keesokan harinya aku menelpon teteh …………..

“ Hallo…bisa bicara dengan teh damah ..”

“ Iya aku sendiri.. ini  muni ya..?”

“ Benar…”

“ Oya mun.. semalam teteh  udah mempertimbangkan  sama bapa, ..”

“ terus bagaiman..?”

“ katanya ada kerjaan di rumahnya teteh, tapi sebagai pengisi obat ,. Kalau muni mau, nanti malam muni menemui teteh di rumah..”

“ Yang benar,. Alhamdullah akhirnya aku mendapat kesempatan juga..”

“ ya udah entar malam ke sini..”

“ pasti aku kesana ..”

Tanpa menundanya lagi aku menyiapkan peralatanku ,dan langsung memberikannya, di kemudian hari teteh memberitahukan bahwa aku di terima bekerja di sebuah perumahan  sebagai pengisi obat, betapa hati merasa senang  biarpun hanya seorang pengisi obat  tapi aku sudah merasa Senang ternyata kelulusanku dari sekolah akhirnya ada juga yang membutuhkan tenagaku.Karna aku yakin bahwa di dalam Diriku ada kekuatan yang tak terlihat .Kekuatan tidak berasal dari kemenangan .perjuangan Membuat kita Mengembangkan kekuatan . Saat mengalami ke sulitan Dan memutuskan untuk tidak menyerah

“ itulah kekuatan “ Kita harus mengerti untuk mendapatkan Kekuatan Kan aku beritau kepada sahabatku, yang selama ini memberi

aku kehidupan,…..

“ din kamu kesini cepat..!” kataku

“ ada apa ..? “

“ din kamu tauh tidak..?

“ ya nggalah orang yang akan kamu katakan aku belum tau..!”

“ kini aku sudah mendapatkan pekerjaan..!”

“ Alhamdullilah….! di mana ?”

“ di perumahan ,di rumah teteh ku ..tapi aku sebagai pengisi obat .”

“ ya sudah kamu jalani saja.. siapa tau kamu kerjanya bagus dan suatu saat kamu di sayangi  “

“ bagi aku bagai manapun bentuk pekerjaan itu, asalkan halal aku pasti mau “

“ Bagus kawan…itu baru temanku” Walupun aku sudah mendapatkan pekerjaan, tapi bukan berarti aku harus pergi darinya, karena bagaimanapun,aku adalah temannya dimana saat aku kehujanan dan ia memberikan tempat berteduh lagi pula tempat kerjaku tidak jauh dari tempat nya. Hari pertama aku bekerja di perumahan, semua pekerjaan tidak ada masalah dan mudah di mengerti, dan hari berikunya berjalan lancar tanpa masalah, Tanpa terasa aku bekerja sudah menginjak ke bulan ketiga, aku berpikir bagaimana aku mendapatkan kesempatan seperti orang yang di sekelilingku, dan dikemudian hari bapa menilai pekerjaanku, ia menanyakan tamatanku. Akhirnya ada suatu pertimbangan, dan diberinya aku surat tugas yang baru, surat itu mengatakan, aku dipindah tugaskan dari pengisi obat menjadi pencuci motor ( supir pribadi ), benar yang dikatakan seorang sahabatku  kalau kita sabar menjalani pekerjaan pasti akan mendapatkan sesuatu yang kita inginkan walaupun keinginan itu tidak selamanya dengan apa yang kita harapkan. Kini misteri dalam kehidupanku mulai terbongkar, ploretarisasi yang perna ia lontarkan, memasuki selayaknya invasi dan agresi, ketulusan ia dalam menuntunku dari tempat yang gelap ketempat yang terang seakan memberikan satu cahaya keberhasilan. Kadang kita hidup bukan dari diri kita sendiri, melainkan orang-orang sekeliling kita yang selalu memberi dan menerima, roda kehidupan selalu berputar mewarnai nasib manusia baik dari tingkat rendah, menengah sampai yang atas lain orang lainpulah kehidupannya itulah yang ada di dunia. Sekian lama aku hidup dengannya dari massa sekolah sampai akhirnya bekerja..!

hidup saling memberi dan menerima akhirnya berpisa. Din -din yang selama ini membantu, kini ia dapat tawaran dari teman ayahnya untuk menjadi seorang polisi. Semenjak din-din pergi, semenjak itu pula aku merasa kehilangan seorang teman yang selama ini membantu dan sudah aku anggap bagian dari keluargaku, apa daya din-din mempunyai hidupnya sendiri aku juga sama walaupun kita berpisa tapi persaudaraan tetap dijaga hanya maut yang dapat memisakan kami berdua.


bersamabung………..???

kita ketemu di edisi berikutnya…OKe….

image Aloenx….??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: