KELULUSAN SLTP JUGA TURUN


Kelulusan SLTP juga Turun
By redaksi
Jumat, 07-Mei-2010, 09:46:21

5.659 Siswa SLTP Tak Lulus

SERANG – Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) tingkat SLTP di Banten juga turun seperti kelulusan UN SLTA. Namun penurunannya tidak sebanyak SLTA yang mencapai 9,51% dari 98,53% tahun 2009 menjadi 89,02% tahun 2010. Atau sebanyak 6.155 siswa SLTA tidak lulus dari total 57.538 siswa yang mengikuti UN.
Sementara tingkat kelulusan SLTP hanya menurun 2,76% dari 99,19% tahun 2009 menjadi 96,43% tahun 2010. Yaitu, sebanyak 5.659 siswa dinyatakan tidak lulus UN dari jumlah peserta UN se-Banten 158.497 siswa .
Bagi yang tidak lulus harus mengikuti UN ulangan pada 17-20 Mei mendatang.
Meski menurun, tingkat kelulusan UN tingkat SLTP di Banten masih di atas rata-rata nasional sebesar 90,27%. “ Kelulusan SMP/MTs tahun ini masih lebih baik,” kata Sekretaris Pelaksana UN Dinas Pendidikan Provinsi Banten Ajak Moeslim kepada Radar Banten di ruang kerjanya, Kamis (6/5).
Bila dirinci, siswa SMP dan SMP Terbuka yang lulus tahun ini sebanyak 109.064 siswa atau 96,78%, tidak lulus 3.623 siswa atau 3,22% dari jumlah peserta 112.687 siswa. Sedangkan siswa MTs yang lulus UN sebanyak 43.774 siswa atau 95,56%, tidak lulus 2.036 siswa atau 4,44%, dari jumlah peserta 45.810 siswa.
Untuk persentase kelulusan SMP/MTs kabupaten/kota tertinggi se-Provinsi Banten ditempati Kabupaten Tangerang sebesar 98.58%, disusul Kota Tangerang Selatan 98,21%, Kota Tangerang 98,18%, Kabupaten Serang 96,16%, Kota Serang 95,82%, Kabupaten Pandeglang 94,50%, Kabupaten Lebak 92,56%, dan terakhir Kota Cilegon 91,50%.
Menurut Ajak, hasil tersebut belum mencerminkan kesimpulan kelulusan hasil UN 2010 karena siswa yang tidak lulus masih bisa mengikuti ujian ulangan. “UN tahun ini berbeda dengan tahun lalu dan persentase kelulusan UN bisa disimpulkan ketika siswa sudah mengikuti ujian ulangan. Jadi persentase UN ini belum hasil akhir. Meski memang UN utama menjadi hasil kebanggaan siswa dan sekolah,” ujarnya.
Ajak mengungkapkan, nilai rata-rata terendah adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia dan IPA. “Siswa banyak yang mengulang di kedua mata pelajaran tersebut,” ujarnya seraya menambahkan Bahasa Indonesia dinilai mudah sehingga banyak siswa tidak ikut bimbingan belajar.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Serang Bahreni mengatakan, dari 6.976 siswa SMP yang mengikuti UN yang dinyatakan lulus sebanyak 6.723 siswa. Sementara 253 siswa dinyatakan tidak lulus.
Bahreni menguraikan, dari 5.222 peserta UN SMP Negeri yang dinyatakan lulus 5.133 siswa dan 89 tidak lulus. Dari 1.558 peserta UN SMP swasta, yang dinyatakan lulus 1.452 siswa dan 106 tidak lulus. Sementara dari 139 peserta UN dari SMP Terbuka, yang dinyatakan lulus yakni 97 siswa dan 42 siswa dinyatakan tidak lulus. Sedangkan, dari 57 peserta UN satu atap, 41 siswa dinyatakan lulus sementara 16 dinyatakan tidak lulus.
Terkait mekanisme pengumuman, Bahreni mengatakan, akan diserahkan kepada kepala sekolah masing-masing. “Pengumuman dapat dilakukan pagi atau siang. Yang penting harus tanggal 7 Mei (hari ini-red) dan diketahui orangtua siswa dan siswa ,” ulasnya.
Sementara Kepala Bidang SMP Dindik Kabupaten Serang Sarjudin mengatakan, ada 369 siswa tak lulus UN. Menurut Sarjudin, angka kelulusan tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 98,6%. Hal itu, kata dia, disebabkan banyak sekolah yang baru berdiri namun belum dilengkapi dengan sarana belajar dan guru yang memadai. “Kami bisa pahami karena banyak sekolah yang belum memadai fasilitas dan gurunya,” ujar Sarjudin.

ORANGTUA DIKUMPULKAN
Di Lebak, pola pengumuman hasil UN tingkat SLTP akan berbeda dengan SLTA yang sudah dilakukan beberapa hari lalu.
Sekretaris Dinas Pendidikan Lebak Juanda mengatakan, pengumuman kelulusan SLTP akan dilakukan sekolah langsung kepada orangtua siswa hari ini. Orangtua siswa akan dikumpulkan di sekolah masing-masing dan menerima langsung pengumuman hasil UN bukan siswa.
“Pola seperti ini akan lebih baik dan efektif, pasalnya jika ada yang tidak lulus, pihak sekolah dapat langsung memberi pengarahan kepada orangtua dan anaknya ,” kata Juanda ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/5).
Sementara Nurhasan, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pandeglang mengatakan hal senada. Kata dia, teknis pengumuman kelulusan diserahkan kepada sekolah. “Kami sudah mengimbau agar siswa tidak melakukan aksi coret-coret pakaian. Sebaiknya pakaian itu dikumpulkan untuk disumbangkan kepada orang yang kurang mampu,” paparnya.
Di Cilegon dari 4.000 siswa SMP yang mengikuti UN ada 150 siswa dinyatakan tidak lulus. Sementara siswa MTs belum diketahui jumlahnya karena masih dalam koordinasi Kanwil Kementrian Agaman Banten.
Sekretaris Dindik Cilegon Muhtar Gozali mengatakan, 150 siswa yang tak lulus itu berasal dari sekolah negeri dan swasta. Mengenai mekanisme pengumuman hasil UN, Muhtar mengaku akan diserahkan ke masing-masing sekolah.
Di Kabupaten Tangerang, dari jumlah peserta UN sebanyak 27. 618 yang dinyatakan lulus 27.274 atau 98,75%. Sedangkan peserta yang tidak lulus 344 atau 1,25%.
“Kami sudah menyerahkan hasil UN kepada sekolah. Untuk mekanismenya penyerahannya kami serahkan kepada sekolah masing-masing, asalkan positif,” ujar Kasi pendidikan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Slamet Santoso melalui sambungan telepon seluler. (run/nna/air/adj/mg-8/mg-05/mg-07)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: